Jumat, 12 September 2014

statistik

Rata-rata Hitung Data Berkelompok
Data berkelompok adalah data yang disajikan dalam bentuk kelas-kelas interval. Setiap kelas biasanya memiliki panjang interval yang sama.

Ada tiga cara menghitung rata-rata data berkelompok, yaitu dengan menggunakan titik tengah, menggunakan simpangan rata-rata sementara dan menggunakan kode (coding). Rumus ketiga cara penghitungan rata-rata data berkelompok tersebut adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan titik tengah (cara biasa)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOfcU8pfe5Gg9l_4UULC4iavWF9Y_wU2NqYqb6V8BovWxsqxLG5h5bYZ8scH-NMs0O2yJDTq1NVFKYNkDa9v88m5z843V7pzDSn_sN1pee1XsK5hr5jeIWIZXZZVZsgkMfUYsnpv8jrSYz/s1600/rata-rata+menggunakan+titik+tengah.png

2. Menggunakan simpangan rata-rata sementara

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7y9LdVcvOc7cnLYyL0vP7nWxuD9tr7Yp1HtM9cKBOf9bKVIbHn5DUpm7o4kjnMKFMXbrpOYwdyava-2cpRHONc9gdH_dWHyiecMKBZY1jyXxj7T6cwWcWe8RNo_atZz-x1trvcu2ZnxOP/s1600/rata-rata+menggunakan+simpangan+rata-rata+sementara.png 

dimana https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZolq8fKSMQwu935-9Kfy_orb2jclaYa78M1f3AJDjmrTvkWPQabAg6MquHOB9lOqPXPCyQgDQEE7eT_79AJfOVISD_CzeU3qQKEYohSv6RpzsQRcHe-AhonU6Fs7ZM1Q5ufFGPgguC9tM/s1600/simpangan+rata-rata+sementara.png

3. Menggunakan pengkodean (coding)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPkyhZ15Bt9nXWwH_RIMG1lkbi6XdpF_xfK1XCYqWpFELQB3FY8T4obpQg2XVGbsxxXSFtKBxTbjmVVuc3nec9QFNCNAZQenyqgyO5fma4z_5Ros8bDX6NwkJMzAf12WY0iNUwKyyHxNt-/s1600/rata-rata+menggunakan+coding.png

Keterangan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif3mI48_-11uZI4TuOCRlLfOpgzG0VCfFlMRZL5B6n5qv213Fm0CmGSqN2vH7kyfts06bHaeA6gHUTJ8igvwBDuXp-KDP4dZTd3EReIpdedhKbOWzhHp4EBJ0fw6D1D-lrolZZSWm4fbEH/s1600/x+bar.png = rata-rata hitung data berkelompok
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6JboS7iZSA84AxBMjVt1b-HSvRMvskX3seQw7Fv5nXFqgFctaeMW-4hs2AOolaiVIW0id7Q3bHHt3F1d6v9Y230kSQe2Cch8fABJdI28AWV78xvUt41uWMHxk2oIXefG8HqeyznnNnjEP/s1600/rata-rata+sementara.png = rata-rata sementara
fi =  frekuensi data kelas ke-i
xi = nilai tengah kelas ke-i
ci = kode kelas ke-i
p = panjang interval

Contoh penghitungan:

Sebanyak 21 orang pekerja dijadikan sampel dan dihitung tinggi badannya. Data tinggi badan dibuat dalam bentuk kelas-kelas interval. Hasil pengukuran tinggi badan adalah sebagai berikut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguYdwXN3hSkYreBktJw4YkwsKFYNBpfAmNAPzf-nhcBC88Pm_y2mTWdiYF-AN_Ozd619nntUws-Bs3vWzMPNlGsz2-rHAil6qCAdSrjR4Ca1k4MUlQrJwoB8PvLA1Anz26crNhQkgsRIQI/s1600/data+tinggi+badan.png

Hitunglah rata-rata tinggi badan pekerja dengan menggunakan titik tengah, simpangan rata-rata sementara dan cara koding!

Jawab:

1. Menggunakan titik tengah (cara biasa)

Proses penghitungan rata-rata dengan menggunakan titik tengah dibantu dengan menggunakan tabel di bawah ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho_qj0Du3o76RuYgPo-KG4UfQGeF3n-sJgdFJ-210Xu5-ycB6H5s85m_d63Se9QPWhnb1lcxKnKT48q0Jl4F2oYIWU2Nu2EIlfVC4_pnjKDWIQ8jSpmwHwVXWinKZOs-8qKtDP5FEoiXBo/s1600/tabel+titik+tengah+tinggi+badan.png

Dari tabel di atas diperoleh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9lITfI6DYZYGQdqDlzfAyFJVGgxEMkelKXc_V9-kKzxqQiUQlNdepVsY57KoThtClttsZlC94G2RO2ewD1NCeUqrZzyaleJqTwdJc814OLwfW2nF8irQYppS5wLS8KHdbAXraM1dRFTeX/s1600/hasil+tabel+nilai+tengah.png

Dengan begitu dapat kita hitung rata-rata data berkelompok sebagai berikut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim3KkLAw_pA976iNACEPzJfnsM9mMjWI2WMlFeQrY-LyT5E2YYo_OZQ58w9ErUWMvR0Va4Su81TGPLgkFgoNherx6Bt_22jGM3evbw3bwnaPOqS2Ykar6RC-NDJaq0kyZmdNjKvrTUpYm-/s1600/hasil+nilai+tengah.png

2. Dengan menggunakan simpangan rata-rata sementara

Sebelum menghitung rata-rata data berkelompok menggunakan simpangan rata-rata sementara, kita terlebih dahulu menetapkan rata-rata sementaranya.

Misalkan rata-rata sementara yang kita tetapkan adalah 160. Selanjutnya kita bisa membuat tabel penghitungan sebagai berikut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzmw49hgfW8to3zKl_ot-1UQ30Fwa0J7ZIxGGIIHRRYnB_vWU-u2S18-cUySJ9IxoPUK2Jtk-Gg-okjImM6ShNozqvPNPFNiFDInFQfrIMTZKdPVPgokmloRJMMeMUAsrYhsL9abuamwe0/s1600/tabel+simpangan+rata-rata+sementara.png

Dari tabel di atas diperoleh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim0GgAbtVjx5c4Rk8Yb-CTYu-_qsns1Vl92ZQSS4bmYvs8Y46anDNw5zjk7tEDUfdJbXM0EO1_Vf0u7YSx2FThL3u1b4-W8aOuWm36LotbAA6SGXib4SWnbrU919v-kC64xwEtjvCge5gm/s1600/hasil+tabel+simpanga+rata-rata+sementara.png

Hasil rata-rata hitung menggunakan simpangan rata-rata adalah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaSAl2UFZ4PkBCU61aUrBQ-HwGkY1kqtbN-BrLNt1brSbnomSn1ncLJoPRQh9eeD_wwCCWFufgnGAEA8J1ehNkUvBuLTjZuIdSpcMSa-1bsGexge3XmuzPoCWnKz940iiOsw7RP8gwyvrM/s1600/hasil+simpangan+rata-rata+sementara.png

3. Cara coding

Sama dengan menggunakan simpangan rata-rata sementara, sebelum menghitung rata-rata dengan cara coding, kita juga harus menetapkan rata-rata sementara. Namun rata-rata sementara yang kita tetapkan harus sama dengan salah satu nilai tengah salah satu kelas interval.

Misalkan kita menetapkan rata-rata sementara adalah nilai tengah kelas keempat, yaitu 168. Dengan begitu kita bisa membuat tabel dan pengkodean seperti di bawah ini. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqYevncL8jqmiHnb3WryxpuU6Mkt9pZFYpgwRWTxe3G-Eej3WqJlADb-LPOpQrRUv-4dvf1P9hRmrIKE2hIM5f9d-IWjD9KdSQuiYP67RuDAHrGsMZtyhN3u_g8prVYuZPaWH2QhyphenhyphenpMbux/s1600/tabel+rata-rata+menggunakan+coding.png

Pengkodean dimulai dari angka 0 untuk kelas interval dimana rata-rata sementara ditetapkan. Kemudian dengan kelas sebelumnya berturut-turut menjadi angka negatif (-1, -2, -3 dan seterusnya) menjauhi kelas rata-rata sementara. Berikutnya dengan kelas sesudahnya berturut-turut pengkodeannya menjadi angka positif (1,2 3 dan seterusnya) menjauhi kelas rata-rata sementara tersebut.

Dari tabel di atas diperoleh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhofsVFNdO0G8qKYxDm8WohBBCF22R7AkMr5OjxN3iPnQV5wgtSiYs1DKJtRc9o6cXCXKwGP4y97x6Kig-f8BVCf3AOgojGNHJkSqqxmbFUOUmtGDC3ce4NC925rsqaKcN4eMNYIo9TAxiY/s1600/hasil+tabel+coding.png

Hasil rata-rata hitung menggunakan coding adalah sebagai berikut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLr4cMf6tM7Ic2VdBwq0VsljrAxQuGkxx_ppRcwllFitf6QQsGaeeAwPNUmXPOeX5ZtJC-8cSmeHL-Abcw3vqG7hyV2tzJ2LvK7KWk_LUdICe0HuZdPE5QsMdQRugu6XHPTqg6ZwL92G9H/s1600/hasil+rata-rata+coding.png
statistik dasar (cara mencari mean , rata-rata , dan varians )
A. VARIABEL :  TINGKAT PERCERAIAN DI KOTA X   (X1

1.       SKOR RATA-RATA :
 
2.       Simpangan Baku dan Variansi :



3.       Distribusi Frekuensi :
Distribusi  frekuensi dibuat berdasarkan Sturges :
Rentang : R = 103 – 57 = 46
Banyak Kelas : K = 1+3,3 log 50 = 6,606 dibulatkan 7
Panjang kelas interval : P = 46 / 6,606 = 6,96 di bulatkan 7
Batas bawah kelas interval = 56,5

Berdasarkan nilai tersebut dibuat Histogram dan tabel distribusi frekuensi :
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok variable Tingkat Kemalasan Sekolah Dasar (SD)


Klp
Rentang Nilai
Frekuensi
Frekuensi Komulaatif
Persentase
Persentase Komulatif
1
56,5 – 63,5
7
7
14
14
2
63,5 – 70,5
12
19
24
38
3
70,5 – 77,5
10
29
20
58
4
77,5 – 84,5
6
35
12
70
5
84,5 – 91,5
3
38
6
76
6
91,5 – 98,5
6
44
12
88
7
98,5 – 105,5
6
50
12
100
JUMLAH
50
-
100
-


4.       Modus :

Mo = b + p =
= 63 + 8 = 68,7142


5.       Median :

Me = b + p =
=63 + 8 = 75













Grafik histogram yang terbentuk adalah sebagai berikut :




Grafik Poligon yang terbentuk dari data :




























B. VARIABEL : TINGKAT HUBUNGAN SEKS PRANIKAH (X2)


1.       Skor Rata-Rata :



2.       Simpangan Baku dan Variansi :





3.       Distribusi Frekuensi :
Distribusi Frekuensi di buat berdasarkan Sturges :
Rentang : R = 108 – 45 = 63
Banyak Kelas : K = 1+3,3 log 50 = 6,606 dibulatkan 7
Panjang kelas Interval : P = 63/ 6,066 = 9,53678 dibulatkan 10
Batas Bawah interval : 44,5

Berdasarkan nilai tersebut dibuat Histogram dan tabel distribusi frekuensi :
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok variable Usaha Terminal Amplas


klp
Rentang Nilai
Frekuensi
Frekuensi Komulatif
Persentase
Persentase Komulatif
1
43-53
4
4
8
8
2
53-63
6
10
12
20
3
63-73
10
20
20
40
4
73-83
13
33
26
66
5
83-93
6
39
12
78
6
93-103
9
48
18
98
7
103-113
2
50
4
100
Jumlah
50
-
100
-





4.       Modus :

Mo = b + p
=73 + 8 = 75,4  = 75


5.       Median :


Me = b + p = 73 + 8 = 76,076 = 76





Grafik histogram yang terbentuk adalah :





Grafik polygon yang terbentuk adalah :

























C. VARIABEL : HUBUNGAN TINGKAT KEJAHATAN

1.       Skor Rata-Rata :



2.       Simpangan Baku dan Variansi :






3.       Distribusi Frekuensi :
                               
Distribusi di buat berdasarkan Sturges :
Rentang : R = 136 – 56 = 80
Banyak Kelas : K = 1+3,3 log 50 = 6,606 dibulatkan 7
Panjang kelas Interval : P = 80 / 6,606 = 12,11 dibulatkan 13
Batas Bawah kelas Interval : 55,5

Berdasarkan nilai tersebut dibuat Histogram dan tabel distribusi frekuensi :
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok variable Usaha Terminal Amplas


klp
Rentang Nilai
Frekuensi
Frekuensi Komulatif
Persentase
Persentase Komulatif
1
55-67
8
8
16
18
2
67-79
13
21
26
44
3
79-91
5
26
10
58
4
91-103
11
37
22
80
5
103-115
11
48
22
96
6
115-127
-
48
-
96
7
127-139
2
50
4
100
JUMLAH
50
-
100
-



Modus:

Mo = b + p
= 68 + 8 = 71,0769  = 71
Median :
Me = b + p = 68 + 10 = 78,4615   = 78