Rabu, 13 Mei 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI



 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Pembangunan ekonomi lebih serius dan terencana baik di Indonesia baru dimulai sejak pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun pertama ( Repelita I) tahun 1969, dan prosesnya berjalan mulus sejak itu hingga krisis ekonomi menerjang Indonesia tahun 1997/1998. Baru pada saat krisis ekonomi terjadi, pembangunan ekonomi di Indonesia berhenti, bahkan pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) mengalami negative tahun 1998. Walaupun bukan suatu indicator yang bagus, tingkat kesejahteraan masyarakat dilihat dari aspek ekonominya, dapat diukur dengan pendapatan nasional (PN) per kapita. Untuk meningkatkan PN, pertumbuhan ekonomi, diukur dengan pertumbuhan PDB dan menjadi salah satu target penting yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi.
A.      Pertumbuhan Ekonomi
1.       Konsep dan Cara Pengitungan
Pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendri hanya bisa dicapai dengan penignkatan output agregat ( barang dan jasa) atau PDB yang terus menerus. Dalam pemahaman ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah pertambahan PDB, yang berarti peningkatan PN. PN dapat dijelaskan melalui beberapa persamaan sederhana yaitu:
PNB  = PDB + F
PNN  = PNB – D
PN    = PNN – Ttl
Dimana :
F = pendapatan netto atas factor luar negeri
D = penyusutan
Td = pajak yang tak langsung netto
Jika tiga persamaan di atas digabungkan, akan menjadi:
PDB = PN + Ttl + D – F
        Atau
PN  = PDB + F – D – Ttl
PDB dapat diukur dengan tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Menurut pendekatan produksi, PDB adalah jumlah niali output (NO) dari semua sector ekonomi atau lapangan usaha. Jadi, PDB adalah jumlah NO dari ke Sembilan sector tersebut
        PDB = ∑ NO
        I       = 1,2,…9
Dalam pendekatan pendapatan, PDB adalah jumlah dari nilai tambah bruto ( NTB)  dari kesembilan sector tersebut :
PDB =  + +……
Menurut pendekatan pengeluaran, PDB adalah jumlah dari semua komponen dari permintaan terakhir : PDB = C+ I + G + X – M
C = pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta
I = pembentukan modal tetap domestic bruto
G = pengeluaran konsumsi pemerintah, X ( ekspor), M (impor).
2.       Sumber-Sumber Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan pertumbuhan permintaan agregat atau pertumbuhan penawaran agregat. Sis permintaan agregat di dalam suatu ekonomi bisa digambarkan dalam suatu model ekonomi makro sederhana yaitu:
Y  = C + I +G + X – M
C  = Cy + G
I   = -ir  +  I
G = G
X = X
M = My + M
Relasi antara output dengan factor – factor produksi dapat ditulis dalam suatu fungsi sederhana sebagai berikut:
Q = f ( , , ,………… )
Q mewakili volume output dan  , ………  adalah volume dari factor- factor produksi yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut.
3.       Teori – Teori dan Model – Model Pertumbuhan
a.       Teori Klasik
Beberapa teori klasik  antara lain yaitu:
·         Teori pertumbuhan Adam Smith
Dalam  teori ini 3 faktor penentu proses produksi / pertumbuhan yaitu SDA, SDM dan barang modal.
·         Teori pertumbuhan David Ricardo
Pertumbuhan ditentukan oleh SDA yang terbatas jumlahnya dan jumlah penduduk yang menghasilkan jumlah tenaga kerja yang menyesuaikan diri dengan tingkat upah.
·         Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus
Ukuran keberhasilan pembangunan suatu perekonomian adalah kesejahteraan Negara, yaitu jika PNB potensialnya meningkat. Sector yang dominan adalah pertanian dan industry.
·         Teori Marx
5 tahap perkembangan sebuah perekonomian, yaitu : (a) perekonomian komunal primitive, (b) perekonomian perbudakan, (c) perekonomian feudal, (d) perekonomian kapitalis, (e) perekonomian sosialis.


b.      Teori neo- Keynesian
Diambil dari model Domar yang lebih memfokuskan pada laju pertumbuhan investasi ( ΔI/I) di dalam modelnya, investasi (I) ditetapkan harus tumbuh dalam suatu persentase tang konstan, sejak s ( marginal propensity to save ), yaitu rasio dari pertumbuhan tabugan domestic ( S) terhadap peningkatan PDB (Y) dan ICOR ( incremental capital output ratio), rasio tambahan stok capital terhadap tambahan output (( ΔK/ΔY) = k), kedua-duanya konstan. Jadi, formulasinya adalah :
( ΔI / I) = (I / ICOR)s
Model Harrod lebih pada pertumbuhan Y jangka panjang. Asumsi-asumsinya sebagai berikut
·         Hasrat menabung adalah bagian proprsional dari pendapatan nasional:
S = S / Y
·         Tambahan capital untuk satu periode tertentu besarnya sama dengan investasi yang ada
ΔK = I
·         Seluruh tabungan tersalur dalam investasi netto:
S = I = ΔK
Sehingga : s = S / Y = I/ Y
·         Maka, pertumbuhan dirumuskan sebagai berikut:
g= ΔY / Y = (ΔY/Y)/(Y/I) = ( I / Y) / ( I /ΔY) = (S /Y)/ (ΔK/ΔY)= s/k
c.       Teori Neo- Klasik
Model teori neo-klasik:
v  Model pertumbuhan A. Lewis
Menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi dimulai di sebuah Negara berkembang yang mempunyai dua sector dengan sifat yang berbeda, yaitu pertanian tradisional yang subsistensi di pedesaan dan industry yang modern di perkotaan.
v  Model pertumbuhan Paul A. Baran
Model ini dikenal sebagai teori pertumbuhan dan sagnasi ekonomi.
v  Teori ketergantungan neo-kolonial
Dasar pemikiran dari teori ini adalah pembangunan ekonomi di Negara berkembang sangat tergantung pada Negara-negara inti/pusat, terutama dalam investasi langsung dan impor barang-barang industry.
v  Model pertumbuhan W.W. Rostow
Pembangunan ekonomi di manapun juga merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yaitu dari masyarakat terbelakang ke masyarakat maju.
v  Model pertumbuhan Solow
Proporsi factor produksi diasumsikan dapat berubah dan tingkat upah tenaga kerja dan suku bunga juga bisa berubah.
d.      Teori Modern
Dalam  kelompok teori modern, kualitas tenaga kerja lebih penting dari pada kuantitasnya. Sekarang ini tingkat pendidikan dan kondisi kesehatan menjadi dua variable bebas yang penting di dalam analisis-analisis empiris dengan pendekatan ekonometris mengenai pertumbuhan ekonomi. Salah satu asumsi penting dari teori ekonomi modern ini adalah sifat keberadaan teknologi yang tidak lagi eksogen, tetapi merupakan salah satu factor produksi yang dinamis.
4.       Analisis Empiris
a.       Era Orde Baru : Indonesia Calon “ Macan Asia” Baru?
Selma pemerintahan Orde Baru  Indonesia telah mengalami suatu proses pembangunan ekonomi yang spektakuler, paling tidak pada tingkat makro. Keberhasilan ini dianggap banyak kalangan sebagai prestasi paling besar dari pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan presiden Soekarno dimana pencapaian yang cemerlang ini sampai membuat Bank Dunia menobatkan Indonesia bersama-sama dengan Malaysia dan Thailand sebagai “macan asia” baru. Awal dari pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional yang ditandai dengan dimulainya pelaksanaan Repelita I. selama 70-an dan 80-an, proses pembangunan ekonomi di Indonesia mengalami cukup banyak goncangan yang cukup serius, terutama disebabkan oleh factor-faktor eksternal, seperti merosotnya harga minyak mentah di pasar internasional menjelang pertengahan 1980-an dan resesi ekonomi dunia pada decade yang sama. Sejak pemerintahan Orde Baru, Indonesia menganut system ekonomi terbuka, goncangan-goncangan eksternal seperti itu sangat terasa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.
b.      Pertumbuhan Pasca Orde Baru
Pemerintahan Orde Baru berakhir pada bulan Mei 1998 saat krisis keuangan  Asia mencapai titik terburuknya dan menghantam perekonomian Indonesia. Dalam krisis ini pemerintah SBY  berupaya bukan saja untuk pulih sepenuhnya dari krisis ekonomi global 2008-2009 tetapi juga untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkesinambungan sehingga bisa dipastikan ke depan kesejahteraan masyarakat, yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan riil per kapita, meningkat. Preiden SBY memberikan target ekonomi Indonesia 2014 yaitu target pertumbuhan bisa dicaai dengan factor SDM dan infrastruktur, juga  SDA yang berkualitas, kemajuan dalam penguasaan tekonologi, pengusaha yang andal,modal. Target penganguran ditentukan oleh, di satu sisi kualitas angkatan kerja dan sisi lain, pertumbuhan ekonomi dalam kuantitas dan kualitas. Target pendapatan per kapita ditentukan oleh laju ertumbuhan ekonomi serta pendaptan nasional dan laju pertumbuhan jumlah populasi. Target inflasi bisa tercapai tergantung pada dua sisi eknomi, yaitu permintaan agregat dan penawaran agregat. Target rasio utang pemerintah terhadap PDB bisa tercapai sangat tergantung pada kemampuan pemerintah membiayai belanjanya tanpa utang atau memperkecil ketergantungannya pada utang dalam menjalankan APBN-nya. Target rasio utang pemerintah terhadap PDB berkaitan erat dengan rasio pajak terhadap PDB lewat saldo APBN.





B.      Perubahan Struktur Ekonomi
Meminjam istilah Kuznets, perubahan struktur ekonomi, pada umumnya disebut transformasi structural, dan dapat didefenisikan sebagai suatu rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintaan agregat, perdagangan luar negeri( ekspor dan impor), penawaran agregat ( produksi dan penggunaan factor-faktor produksi yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yamg berkelanjutan.
1.       Beberapa Teori
Ada dua teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi yaitu:
Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di perdesaan dan perkotaan.dalam teorinya , lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu Negara pada dasarnya terbagi menjadi dua , yaitu perekonomian tradisional di perdesaan yang dominasi oleh sector pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industry sebagai sector utama. Teori Chenery, dikenal dengan teori pola pembagunan, memfokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di Negara berkembang, yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional ke sector industry sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Dalam modal transformasi structural, relasi antara pertumbuhan output di sector industry manufaktur, pola perubahan permintaan domestic kea rah output industry dan pola perubahan perdagangan luar negeri dapat digambarkan dalam suatu persamaan sebagi berikut:
   =  +(  - ) i Y ij
Dimana :
Yi = jumlah output bruto dari industry manufaktur
Di = permintaan domestic terhadap produk akhir dari industry manufatur.
(  - ) = volume perdagangan netto
i Y ij       =  penggunaan produk industry manufaktur sebagai barang antara oleh sector j.
     =koefisien input –output yang diasumsikan bervariasi sehubungan dengan variasi tingkat pendapatan perkapita.

 Di dalam kelompok Negara berkembang, banyak Negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam tiga decade terakhir ini, walaupun pola dan prosesnya berbeda antarnegra. Variasi ini disebabkan oleh perbedaan antar Negara dalam sejumlah factor-faktor internal berikut ini:
a.       Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri.
b.      Besarnya pasar dalam negeri.
c.       Pola distribusi pendapatan.
d.      Karakteristik dari industrialisasi.
e.      Keberadaan SDA.
f.        Kebijakan perdangan luar negeri.

2.       Analisis Empiris
Sejak awal era pemerintahan Orde Baru hingga sekarang , dapat dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi Indonesia cukup pesat. Pada tahun 1970, nilai tambah bruto (NTB)  dari sector pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 45 persen terhadap pembentukan PDB, pada decade 1990-an hanya tinggal sekitar 16 persen hingga 20 persen, dan tahun 2006 tinggal sekitar 12,9 persen. Data terakhir pada triwulan II 2010 menunjukkan bahwa struktur PDB Indonesia masih didominasi oleh sector industry manufaktur, sector pertanian, dan sector perdagangan, hotel dan restoran, dimana masing-masing memberikan kontribusi sebesar 24,9 persen, 15,9 persen dan 13,7 persen. Data terakhir dari BPS menunjukkan bahwa pada triwulan II 2010, tercatat tiga sector yang mengalami pertumbuhan tertinggi berbasis kuartalan yaitu sector pengangkutan dan komunikasi yng mencapai 5,0 persen,sector listrik, gas dan air bersih sebesar 4,8 persen, dan sector jasa-jasa sebesar 3,7 persen. Dari penjelasan menunjukkan pertanian dan industry di Negara-negara ASEAN yang menunjukkan adanya variasi dalam proses perubahan struktur ekonomi antarnegara dimana variasi ini bisa disebabkan oleh perbedaan dalam sejumlah factor. Misalnya dalam basis ekonomi, Brunei Darussalam bukan suatu ekonomi berbasis pertanian sedangkan Indonesia merupakan Negara agraris terbesar di blok ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar